SIDOARJO – Dugaan keracunan makanan secara massal terjadi di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Sekitar seratus santri dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa tersebut berlangsung pada Selasa (1/9/2026). Beberapa jam setelah menyantap makanan yang diterima melalui program MBG, sejumlah santri mulai merasakan berbagai keluhan, salah satunya mual yang cukup parah.
Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, KH Abdul Wahid Harun, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 100 santri telah mengalami keluhan kesehatan. Namun, jumlah korban secara keseluruhan masih belum dapat dipastikan.
“Betul ada yang keracunan. Ini sudah terdata 100 santri, tapi belum tahu jumlah pastinya,” ujar KH Abdul Wahid Harun saat dikonfirmasi awak media. Rabu (02/09/2026).
Meningkatnya jumlah santri yang membutuhkan penanganan medis membuat sejumlah ambulans dikerahkan ke lingkungan pesantren. Para santri yang mengalami keluhan kemudian dievakuasi secara bertahap untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
Hingga Selasa malam, penanganan terhadap para santri masih berlangsung di sejumlah fasilitas kesehatan. Beberapa rumah sakit yang menjadi lokasi perawatan di antaranya RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Rumah Sakit Siti Hajar, dan RS Delta Surya.
Sementara itu, penyebab pasti munculnya dugaan keracunan tersebut masih dalam proses penelusuran. Pihak terkait, termasuk otoritas kesehatan dan kepolisian, melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah keluhan yang dialami para santri berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi.
Hasil pemeriksaan dan penyelidikan nantinya diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kejadian yang menimpa para santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam tersebut.
dibaca

Posting Komentar