Surabaya – Seorang pengemudi ShopeeFood mengaku menjadi korban kecelakaan lalu lintas sekaligus dugaan ancaman pembunuhan usai ditabrak oleh pengendara lain di kawasan Jalan Ngagel, Surabaya, tepatnya di depan Cafe Glass, Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 10.00–11.00 WIB.
Menurut penuturan korban, peristiwa bermula setelah dirinya selesai mengantarkan pesanan makanan ke Apartemen Gunawangsa. Saat melintas dari arah Kertajaya menuju Ngagel untuk mengambil pesanan berikutnya, korban berhenti di lampu merah.
Ketika lampu lalu lintas berubah hijau dan korban mulai melaju, tiba-tiba sebuah sepeda motor dari arah Jalan Ngagel diduga menerobos lampu merah dan menabrak kendaraan korban.
"Saya sudah jalan karena lampunya hijau, tapi dia dari arah Ngagel tetap menerobos lampu merah dan langsung menabrak saya," ujar korban.
Usai kecelakaan, korban meminta agar persoalan diselesaikan secara baik-baik. Namun, pengendara yang diduga bersalah disebut tidak bersedia bertanggung jawab maupun memberikan identitas.
Pelaku justru meminta korban menunggu kedatangan atasannya.
Saat itu sejumlah warga dan pengemudi ojek online yang berada di lokasi sempat membela korban karena menilai pelaku memang melakukan pelanggaran.
Tak lama kemudian, satu per satu rekan pelaku datang hingga berjumlah sekitar tujuh orang.
Kedatangan mereka justru membuat situasi memanas.
Korban mengaku sempat merekam percakapan melalui pesan suara kepada rekan sesama driver.
Namun, perekaman terhenti karena memori telepon genggamnya penuh.
Setelah itu, korban mengaku mendapat ancaman serius dari salah seorang yang disebut sebagai atasan pelaku.
"Dia langsung mendekat, menarik saya, memasukkan tangannya ke dalam baju sambil berkata, 'Tak tusuk di sini mati kamu, sudah tidak usah bikin ribet'," tutur korban.
Korban mengaku tidak mengetahui apakah orang tersebut benar-benar membawa senjata tajam. Namun, tindakan tersebut membuatnya ketakutan.
Seorang juru parkir Cafe Glass yang menyaksikan kejadian kemudian menarik korban menjauh sambil memperingatkan bahwa dirinya diduga akan ditusuk.
"Mas, mundur mas... sampean mau ditusuk," kata korban menirukan ucapan saksi.
Merasa terancam, korban segera menghubungi layanan darurat Polri 110. Menurut pengakuannya, setelah mengetahui polisi dihubungi, seluruh rombongan yang diduga pelaku langsung meninggalkan lokasi.
Selanjutnya korban mendatangi Polsek Ngagel untuk melaporkan dugaan tabrak lari dan ancaman pembunuhan.
Namun, karena petugas Unit Lalu Lintas sedang tidak berada di lokasi, korban diarahkan untuk melapor ke Pos Polisi Lalu Lintas wilayah Wijaya Kusuma.
Korban mengaku akhirnya tidak melanjutkan laporan ke Polantas karena kendaraannya mengalami kerusakan pada bagian kemudi,
(Team)
dibaca

Posting Komentar